Tinta Kehidupan

To Infinity and Beyond

Mengenali Diri Sendiri (part 3) : Mengenal Potensi Diri

Halo bloggers, readers and followers ! Di tulisan sebelumnya saya telah menjanjikan sebuah artikel lanjutan tentang guna mengenali diri sendiri, jika kalian belum baca yang part 2 boleh klik disini dan untuk yang part 1 bisa klik disini. Ok seperti apa yang saya katakan di post sebelumnya, kali ini saya akan memposting tentang guna akan mengenali diri yang sebenarnya juga akan saya kaitkan dengan masalah potensi-potensi pada diri. Baiklah langsung saja, mau? mau? mau?

***
Apa kalian pernah mendengar atau mengetahui cerita "The Little Engine That Could" ? Ya, cerita tentang sebuah kereta yang dengan susah payah--lambat dan tersendat--pergi naik ke atas bukit. Lokomotif itu berkata pada keretanya sendiri "Aku bisa ! Aku bisa ! Aku bisa !" hingga akhirnya kereta itu pun berhasil naik. Nah seandainya lokomotif itu tidak yakin bahwa ia bisa itu berarti ia tidak mengenal potensi dirinya kalau sebenarnya ia bisa. Dan terbukti, dalam cerita ini lokomotif tersebut mengenal potensi dirinya dan ia yakin akan potensi itu hingga akhirnya ia berhasil meraih tujuannya.


"Lalu bagaimana dengan kita? Apa kita juga bisa?" Of course ! Why not? Seorang pengarang asal Amerika berkata ia menjadi seorang pemenang karena ia mengenal dirinya sebagai pemenang. Kita hanya perlu mengenal diri kita saja. Kenapa lokomotif itu bisa melakukannya sedangkan kita tidak? Bukankah kita adalah manusia-manusia hebat hasil karya Tuhan? Tuhan menciptakan kita begitu lengkap. Bukan saja organ tubuh, juga bukan sebuah nafas kehidupan, tapi Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita, bahkan telah melengkapi kita dengan talenta-talenta tersendiri, dengan keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda bagi setiap orang dengan tujuan agar kita bisa saling melengkapi. Namun hal ini hanya bisa kita temukan apabila kita telah mengenali diri kita sendiri.

Masih begitu jarang ada orang yang secara sungguh-sungguh ingin mengenali dirinya, padahal dengan mengenali diri sendiri kita dapat menemukan tujuan hidup, keterbatasan dan kelebihan yang ada pada kita khususnya sebuah potensi. Dengan mengenali potensi diri kita dapat lebih mengembangkan dan menentukan langkah-langkah yang dirasa "pas" untuk meraih apa yang kita impikan. Namun ironisnya, banyak orang yang tidak mengenali dirinya dan hanya duduk diam serta melihat kemampuan orang lain dengan tatapan iri, minder dan lain-lainnya. Padahal bukankah kita semua memiliki apa itu yang disebut potensi? Ya jika saja ada keinginan untuk mengenali diri lebih dalam pasti kita akan menemukan apa itu potensi yang dapat kita olah dan dikembangkan untuk menuju awal kesuksesan. Tuhan telah membekali kita dengan segala kekurangan dan kelebihan yang bisa kita kembangkan.

Banyak orang yang kebingungan harus menjawab apa ketika ditanya apa potensi yang ia miliki. Mungkin memang sedikit sulit untuk menjawab hal ini, karena meskipun semua orang memiliki potensi hal itu tidak selalu menonjol sejak awal. Pada sebagian orang, potensi-potensi mungkin sudah terlihat semenjak ia kecil namun bagi sebagian lagi hal itu tidak terlihat. Seperti contoh saya sendiri saat kecil seakan tidak memiliki potensi apapun dan mungkin--menurut orang-orang terdekat--potensi ini barulah muncul akhir-akhir ini. Banyak cara mengetahui potensi diri, salah satunya dari kepribadian diri yang ada. Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yang terkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam, yaitu :


  • Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah : Bersikap hati-hati, mengikuti arus , metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel , pemalu, tidak mau menonjolkan diri, patuh, teratur , tekun, praktis, cermat, sopan, tidak imajinatif. Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer dan akuntan.

  • Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmati pergaulan, ramah, dermawan, suka menolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, hangat. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, konsultan manajemen

  • Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, instrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, tidak terlalu disukai orang. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, dosen

  • Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, disukai banyak orang. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis, musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, kritikus seni.

  • Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata , keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun dan cermat. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, petani.

  • Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, siap mencoba apapun. Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, wiraswasta


Jadi kepribadian manakah kalian? Jadi sudahkah mengenali potensi kalian? Oh ya dengan catatan, jika tipe kepribadian dengan pekerjaan yang kalian inginkan atau potensi yang kalian miliki dirasa tidak cocok maka tipe kepribadian ini tidak perlu dijadikan panutan.

Ok cukup sampai disini, untuk cara mengenali diri sendiri akan saya post di artikel selanjutnya yang sekaligus menutup seri mengenali diri sendiri. Mengenali Diri Sendiri (part 4)

"Mengenali diri sendiri adalah kunci untuk mengenal dunia" dikutip dari kata-kata Riz Raharyan :D 


Terimakasih dan semoga bermanfaat...


Sumber :

Bukan artikel copas ! Asli karya

To infinity and beyond . . .
Share this post!
Facebook Delicious Digg! Twitter Linkedin StumbleUpon
Technorati Google Bookmarks Mixx Yahoo! Newsvine Reddit

9 komentar:

PERTAMAXXX!!!
Membahas tentang lokomotif yg tersendat lalu lancar karena disugesti dengan kata-kata "aku bisa!" secara berulang kali.
Percaya atau tidak, "KATA-KATA ITU ADALAH YANG PALING HEBAT"
Kata-kata bisa menjadi senjata, bisa menjadi obat, bisa menjadi motivasi, bisa menjadi penghancur, dll.

***Kembali ke topik utama***
antara potensi dan pengenalan diri...
hmm, aku setuju dengamu karena keduanya itu memang saling berhubungan dan berkaitan...
Menurutku, Potensi bisa dibagi jadi 2:
1.Potensi sejak lahir
2.Potensi yang kita gali sendiri

Untuk potensi sejak lahir itu memang sudah ada sejak lahir dan kita tinggal mengembangkannya...
Dan untuk potensi yang kita gali sendiri bisa kita berupa usaha untuk dapat bermain sepakbola padahal dia memang tak punya bakat buat bermain sepakbola...
Lewat dunia luar kita bisa menggali potensi diri kita yang lain...
itu deh menurutku kawan...
hahay...
:D

 

@Arya Adikristya
Ya, aku setuju ! Sehebat apapun motivasi seseorang kepada orang lain, akan jauh lebih ampuh motivasi dari diri sendiri. "Aku bisa !"

Hmm...
Ya, terkadang memang ada yg seperti itu. Bagi sebagian besar orang kayanya potensi memang harus kita gali terlebih dahulu, tapi aku rasa semua manusia sudah memiliki potensi dari awal. Haha...

Thanks komentarnya :D

 

jelas pasti...lebih baik memotivasi diri kita sendiri daripada motivasi dari orang lain...tapi juga ada baiknya jika orang lain memotivasi diri kita juga...namanya kan mahkluk sosial....
hahay...
:D

ya...yukk menggali potensi yang terpendam...
:D

 

Gagal pertamax. (sedih) :D
Well, cerita yang judulnya The Little Engine That Could itu aku belum pernah baca. hehhe. Jadi sorry,sorry aja aku gak tau.

Ngeliat komentarnya Arya dan riz jadi membuatku speechless. Setuju aja deh, sama kalian berdua. :D

Ada kelanjutannya lagi gak?

 

Sebenernya aku juga blm pernah baca cerita The Little Engine That Could, cuma beberapa kali denger.

Kelanjutan artikel seri mengenal diri sendiri? ada ada..

 

sebagai saudara senusantara. saya dari malaysia. sangat elok kalau berkongsi ilmu dan pengetahuan yang jarang2 dibincangkan orang. saya minta jasa baik tuan untuk memudahkan saya untuk memahami pengetahuan tuan dengan mengurangkan telor bahasa indonesia. bukan tidak menghormati bahasa ibunda tuan cuma mudah untuk saya memahami lebih2 lagi saya tidak mempunyai rakan indonesia untuk menterjemahkan tulisan tuan. harap maaf sekiranya ada terkasar bahasa. tq

 

Dear anonim.
Saya sangat menghargai keinginan anda untuk belajar dan memahami tulisan-tulisan saya, dan juga memberikan saran untuk tulisan-tulisan saya. Saya sangat menghargainya, tapi saya sendiri kurang paham dengan maksud anda "mengurangkan telor bahasa indonesia" itu seperti apa? Mohon maaf, bukannya saya mengabaikan saran anda, hanya saja saya kurang paham dengan maksud tulisan anda. Mohon maaf sekali lagi. Terimakasih :)

 

ini merupakan salah satu artikel yang sangat baik selama saya baca. tolong terus posting artikel2 seperti ini, karena bukan hanya saya masih banyak orang2 yang tidak dapat mengenali diri seperti saya.bahasa anda yang lugas dan enak untuk di pahami menjadikan saya untuk terus membaca.saya tunggu artikel ke empatnya yach?
tetapi sebelumnya saya mau bertanya, bagamana cara mudah untuk mencari potensi potensi pada diri saya.saya selalu merasa gak py kepercayaan diri yang bagus?gmn caranya?

 

Poskan Komentar

Menerima segala kritik/saran, pujian bahkan hinaan.
Mohon penggunaan bahasa diperhatikan dan sesuai dgn etika.